Threads Of Culture highlights the beauty and meaning behind Indonesian batik
Batik Parang Kusumo berasal dari Yogyakarta dan termasuk dalam kelompok batik klasik keraton. Motif parang merupakan salah satu motif tertua di Indonesia yang sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram. Dahulu, batik dengan motif parang hanya boleh digunakan oleh keluarga kerajaan karena dianggap memiliki nilai filosofis yang tinggi dan sakral.
Batik Mega Mendung berasal dari Cirebon dan menjadi salah satu motif batik yang sangat terkenal di Indonesia. Motif ini memiliki bentuk menyerupai awan yang bergelombang dan berlapis-lapis. Nama “mega mendung” sendiri berarti awan yang sedang mendung atau langit yang tertutup awan tebal. Sejarah batik ini tidak lepas dari pengaruh budaya Tiongkok yang masuk ke Cirebon melalui jalur perdagangan dan pernikahan antara bangsawan Cirebon dengan keturunan Tiongkok pada masa lalu. Pengaruh tersebut terlihat dari bentuk awan yang mirip dengan motif awan pada seni lukis Tiongkok.
Batik Sekar Jagad berasal dari Yogyakarta dan Solo. Nama “Sekar Jagad” berasal dari kata “sekar” yang berarti bunga dan “jagad” yang berarti dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa motif ini berasal dari kata Belanda “kaart” yang berarti peta, karena bentuk motifnya terlihat seperti potongan-potongan pulau atau wilayah di peta.
Batik Lasem berasal dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Batik ini terkenal karena mendapat pengaruh kuat dari budaya Tionghoa, karena sejak zaman dahulu Lasem merupakan daerah pelabuhan yang menjadi tempat pertemuan berbagai budaya, terutama budaya Jawa dan Tionghoa.
Batik Sidomukti berasal dari daerah Solo (Surakarta), Jawa Tengah. Kata “Sido” berarti menjadi atau terus-menerus, sedangkan “Mukti” berarti bahagia, sejahtera, dan mulia. Jadi, Batik Sidomukti memiliki makna harapan agar seseorang dapat hidup bahagia, berkecukupan, dan terhormat.
Batik Tujuh Rupa berasal dari Pekalongan yang dikenal sebagai kota batik di Indonesia. Motif ini dinamakan “tujuh rupa” karena memiliki beragam bentuk dan corak dalam satu kain, biasanya berupa kombinasi motif flora seperti bunga dan daun serta fauna seperti burung atau hewan lainnya. Keanekaragaman motif ini mencerminkan kekayaan alam dan budaya yang ada di daerah pesisir.